Dharma Sucipto, Penggiat Jajanan Sehat Untuk Anak Sekolah

 Dharma Sucipto, Penggiat Jajanan Sehat Untuk Anak Sekolah

 

Sebagai seorang ibu, ada rasa khawatir setiap kali mendengar berita tentang anak-anak yang sakit. Dan kebanyakan dikarenakan makanan. Bukan hanya karena sering makan makanan pabrikan yang tidak sehat saja, tapi juga sering jajan sembarangan.

Apalagi kalau menonton berita tentang orang berjualan tanpa memikirkan kebersihan dan keamanan konsumen. Pastinya, ibu-ibu pernah kan menonton berita tentang penjual makanan atau minuman yang mengandung bahan berbahaya dan mengedepankan keuntungan saja?

Berawal dari hal tersebut, ada rasa khawatir setiap kali anak mau berangkat sekolah. Dari rumah sudah membawa bekal—tapi tetap membawa uang saku—dan juga sudah diwanti-wanti agar tidak jajan sembarangan. Tapi yang namanya anak-anak, kecolongan itu pernah. Antara kepo atau kepengen melihat temannya jajan.

 

Jajanan Sehat Untuk Anak Sekolah

Salah satu jalan ninja saya agar makanan anak di sekolah terjamin adalah memilih sekolah yang dapat makan dari sekolah—dulu belum ada Makan Bergizi Gratis. Jadi, saya tahu apa saja yang di makan oleh anak saat di sekolah. Kalaupun membawa bekal, saya yang mempersiapkan.

Dan beranjak besar, anaknya sekarang sudah SD kelas atas. Saya bersyukur ketika di sekolah anak saya ada kantin sehat. Yang menjual makanan homemade. Kekhawatiran sedikit berkurang.

Akan tetapi… masalah hadir saat pulang sekolah. Selama jam sekolah, pintu gerbang ditutup, anak sudah dapat makanan dari sekolah, kalaupun jajan hanya bisa jajan di kantin sekolah. Tapi saat pulang sekolah? Di luaran banyak sekali pedagang jajanan.

Jujur, ada rasa khawatir ketika anak meminta jajan. Sekali dua kali tak masalah. Dan Alhamdulillah, makanannya aman…

Dan berbicara tentang jajanan sehat untuk anak sekolah, saya teringat pada Dharma Sucipto—seorang pemuda dari Gresik, Jawa Timur yang mendapatkan penghargaan dari Anugerah Pewarta Astra karena kontribusinya di bidang lingkungan. Dharma Sucipto adalah alumni dari  SMA 1 1 Driyorejo, Gresik, Jawa Timur. Dia Bersama teman-temannya memulai program yang disebut "Small Farming Food Society" untuk mengajarkan cara membuat jajanan sehat. Dharma besama teman-temannya melakukan promosi jajanan sehat dan membuat kreasi yang menghasilkan menu makanan dan minuman 20 kreasi.

Bukan tanpa alasan kenapa Dharma bercapek-capek mempromosikan menu makanan dan minuman sehat. Semua berawal saat neneknya meninggal dunia karena penyakit diabetes.

Dan di tengah maraknya makanan cepat saji dan tinggi gula seperti sekarang ini, Dharma tak ingin ada anak-anak yang sakit lantaran makanan. Maka dari itu, Dharma masih menjadi siswa di SMAN 1 Driyorejo Gresik Jawa Timur dan   tergabung dalam divisi pertanian organik unit ekstrakulikuler Go Green Smandry (GGS) SMA 1 Driyorejo memanfaatkan lahan milik sekolah yang sebesar 10 x 8 m2.

Kala itu tahun 2009. Dharma dan teman-temannya mengolah ahan berukuran 80m2 itu dengan menanami umbi-umbian tau kacang-kacangan yang bisa diolah menjadi makanan tradisional yang sehat tanpa zat adiktif yang berbahaya.

Tak sampai disitu saja, Dharma juga mengajak pengelola kantin sekolah untu mengurangi MSG, bahan pengawet, bahan pewarna, serta mengurangi pengunaan plastic.

Sekitar tahun 2009, jajanansehat itu mulai dipromosikan dan muncullah Gerakan Small Farming Food Society.

Beberapa jajanan sehat yang diproduksi Dharma dan teman-temannya dalah susu jagung tanpa susu, pentol ketela, roti selai rosella, pudding jagung, ketela tempel, lomet isi pisang, nagasari, kunyit asem, pentol ketela, roti selai rosela, dan dodol labu. Tak hanya tu saja, Dharma juga menjual selai untuk campuran roti, yakni selai ubi ungu dan kuning, selai rosela, serta selai ketela.

Sukses dengan Gerakan Small Farming Food Society, Dharma tidak berhenti ampai disitu. Tetapi Dharma juga mulai menanam tanaman obat keluarga. Dharma menanam trembesi dan sengon laut di pingiran sungai dekat kampus.

 


Satukan Gerak, Terus Berdampak, Dharma Sucipto menerima SATU Indonesia Awards

Satu Tindakan kecil Dharma bersama teman-temannya ternyata memberikan dampak terhadap sesama. Di tahun 2012, Dharma pun mendapatkan penghargaan SATU Indonesia Awards di bidang lingkungan dari Astra.

SATU Indonesia Awards adalah wujud apresiasi Astra untuk generasi muda, baik individu maupun kelompok, yang memiliki kepeloporan dan melakukan perubahan untuk berbagi dengan masyarakat sekitarnya di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi.

 

Melalui program ini, Astra juga mendorong para anak muda yang terlibat dalam SATU Indonesia Awards untuk berkolaborasi dengan program unggulan Desa Sejahtera Astra & Kampung Berseri Astra. Diharapkan, mereka bisa memberikan dampak positif yang lebih besar dan kontribusi yang berkelanjutan pada usaha-usaha pembangunan di daerahnya.

 

Penutup

Satu tindakan kecil, dan satukan Gerakan bersama, hasilnya akan terus berdampak bagi sesama.

 

Dharma yang saat ini adalah seorang mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, masih punya impian lain, yakni : “Saya bercita-cita untuk punya rumah makan atau kafe yang menyediakan jenis makanan yang sehat dan unik, serta dibuat dari bahan-bahan organik,” katanya ketika di tanya tentang harapan kedepan.

Semoga cita-cita Dharma terwujud dan mari, kita semua mulai memikirkan makanan yang sehat untuk diri sendiri, keluarga, dan juga orang sekitar. Mari mengurangi MG karena MSG memainkan peran penting dalam fungsi otak. Termasuk pembentukan dan stabilisasi sinapsis, memori, kognisi, pembelajaran, serta metabolisme sel.

Hidup sehat, dimuali dari apa yang masuk ke perut kita :) #SatukanGerakTerusBerdampak #KitaSATUIndonesia