Dharma Sucipto, Penggiat Jajanan Sehat Untuk Anak Sekolah

 Dharma Sucipto, Penggiat Jajanan Sehat Untuk Anak Sekolah

 

Sebagai seorang ibu, ada rasa khawatir setiap kali mendengar berita tentang anak-anak yang sakit. Dan kebanyakan dikarenakan makanan. Bukan hanya karena sering makan makanan pabrikan yang tidak sehat saja, tapi juga sering jajan sembarangan.

Apalagi kalau menonton berita tentang orang berjualan tanpa memikirkan kebersihan dan keamanan konsumen. Pastinya, ibu-ibu pernah kan menonton berita tentang penjual makanan atau minuman yang mengandung bahan berbahaya dan mengedepankan keuntungan saja?

Berawal dari hal tersebut, ada rasa khawatir setiap kali anak mau berangkat sekolah. Dari rumah sudah membawa bekal—tapi tetap membawa uang saku—dan juga sudah diwanti-wanti agar tidak jajan sembarangan. Tapi yang namanya anak-anak, kecolongan itu pernah. Antara kepo atau kepengen melihat temannya jajan.

 

Jajanan Sehat Untuk Anak Sekolah

Salah satu jalan ninja saya agar makanan anak di sekolah terjamin adalah memilih sekolah yang dapat makan dari sekolah—dulu belum ada Makan Bergizi Gratis. Jadi, saya tahu apa saja yang di makan oleh anak saat di sekolah. Kalaupun membawa bekal, saya yang mempersiapkan.

Dan beranjak besar, anaknya sekarang sudah SD kelas atas. Saya bersyukur ketika di sekolah anak saya ada kantin sehat. Yang menjual makanan homemade. Kekhawatiran sedikit berkurang.

Akan tetapi… masalah hadir saat pulang sekolah. Selama jam sekolah, pintu gerbang ditutup, anak sudah dapat makanan dari sekolah, kalaupun jajan hanya bisa jajan di kantin sekolah. Tapi saat pulang sekolah? Di luaran banyak sekali pedagang jajanan.

Jujur, ada rasa khawatir ketika anak meminta jajan. Sekali dua kali tak masalah. Dan Alhamdulillah, makanannya aman…

Dan berbicara tentang jajanan sehat untuk anak sekolah, saya teringat pada Dharma Sucipto—seorang pemuda dari Gresik, Jawa Timur yang mendapatkan penghargaan dari Anugerah Pewarta Astra karena kontribusinya di bidang lingkungan. Dharma Sucipto adalah alumni dari  SMA 1 1 Driyorejo, Gresik, Jawa Timur. Dia Bersama teman-temannya memulai program yang disebut "Small Farming Food Society" untuk mengajarkan cara membuat jajanan sehat. Dharma besama teman-temannya melakukan promosi jajanan sehat dan membuat kreasi yang menghasilkan menu makanan dan minuman 20 kreasi.

Bukan tanpa alasan kenapa Dharma bercapek-capek mempromosikan menu makanan dan minuman sehat. Semua berawal saat neneknya meninggal dunia karena penyakit diabetes.

Dan di tengah maraknya makanan cepat saji dan tinggi gula seperti sekarang ini, Dharma tak ingin ada anak-anak yang sakit lantaran makanan. Maka dari itu, Dharma masih menjadi siswa di SMAN 1 Driyorejo Gresik Jawa Timur dan   tergabung dalam divisi pertanian organik unit ekstrakulikuler Go Green Smandry (GGS) SMA 1 Driyorejo memanfaatkan lahan milik sekolah yang sebesar 10 x 8 m2.

Kala itu tahun 2009. Dharma dan teman-temannya mengolah ahan berukuran 80m2 itu dengan menanami umbi-umbian tau kacang-kacangan yang bisa diolah menjadi makanan tradisional yang sehat tanpa zat adiktif yang berbahaya.

Tak sampai disitu saja, Dharma juga mengajak pengelola kantin sekolah untu mengurangi MSG, bahan pengawet, bahan pewarna, serta mengurangi pengunaan plastic.

Sekitar tahun 2009, jajanansehat itu mulai dipromosikan dan muncullah Gerakan Small Farming Food Society.

Beberapa jajanan sehat yang diproduksi Dharma dan teman-temannya dalah susu jagung tanpa susu, pentol ketela, roti selai rosella, pudding jagung, ketela tempel, lomet isi pisang, nagasari, kunyit asem, pentol ketela, roti selai rosela, dan dodol labu. Tak hanya tu saja, Dharma juga menjual selai untuk campuran roti, yakni selai ubi ungu dan kuning, selai rosela, serta selai ketela.

Sukses dengan Gerakan Small Farming Food Society, Dharma tidak berhenti ampai disitu. Tetapi Dharma juga mulai menanam tanaman obat keluarga. Dharma menanam trembesi dan sengon laut di pingiran sungai dekat kampus.

 


Satukan Gerak, Terus Berdampak, Dharma Sucipto menerima SATU Indonesia Awards

Satu Tindakan kecil Dharma bersama teman-temannya ternyata memberikan dampak terhadap sesama. Di tahun 2012, Dharma pun mendapatkan penghargaan SATU Indonesia Awards di bidang lingkungan dari Astra.

SATU Indonesia Awards adalah wujud apresiasi Astra untuk generasi muda, baik individu maupun kelompok, yang memiliki kepeloporan dan melakukan perubahan untuk berbagi dengan masyarakat sekitarnya di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi.

 

Melalui program ini, Astra juga mendorong para anak muda yang terlibat dalam SATU Indonesia Awards untuk berkolaborasi dengan program unggulan Desa Sejahtera Astra & Kampung Berseri Astra. Diharapkan, mereka bisa memberikan dampak positif yang lebih besar dan kontribusi yang berkelanjutan pada usaha-usaha pembangunan di daerahnya.

 

Penutup

Satu tindakan kecil, dan satukan Gerakan bersama, hasilnya akan terus berdampak bagi sesama.

 

Dharma yang saat ini adalah seorang mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, masih punya impian lain, yakni : “Saya bercita-cita untuk punya rumah makan atau kafe yang menyediakan jenis makanan yang sehat dan unik, serta dibuat dari bahan-bahan organik,” katanya ketika di tanya tentang harapan kedepan.

Semoga cita-cita Dharma terwujud dan mari, kita semua mulai memikirkan makanan yang sehat untuk diri sendiri, keluarga, dan juga orang sekitar. Mari mengurangi MG karena MSG memainkan peran penting dalam fungsi otak. Termasuk pembentukan dan stabilisasi sinapsis, memori, kognisi, pembelajaran, serta metabolisme sel.

Hidup sehat, dimuali dari apa yang masuk ke perut kita :) #SatukanGerakTerusBerdampak #KitaSATUIndonesia

 

 

Hana Maulida dan Gerakan #KakakAman: Mengajarkan Pendidikan Seksual Sejak Dini

 Hana Maulida dan Gerakan #KakakAman: Mengajarkan Pendidikan Seksual Sejak Dini

 

Sering nggak sih writers mendengar berita tentang kekerasan seksual pada anak? Bukan hanya di lingkungan sekolah yang terjadi di antara guru dan siswanya, ataupun antar siswa. Tapi, kekerasan sesksual juga terjadi di lingkungan keluarga. Ada seorang kakek yang bertindak asusila terhadap cucunya, adapula seorang ayah yang tega menggauli putrinya. Bahkan, ada kasus serupa yang terjadi tidak jauh dari tempat aku tinggal.

Kadang aku berfikir, apakah dunia memang tidak ramah pada anak? Orang-orang yang seharusnya melindungi justeru menjadi pelaku. Lantas, di mana lagi tempat yang aman untuk anak-anak kita?

Dan di tengah meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia, masih banyak orang tua yang merasa tabu membicarakan soal pendidikan seksual. Padahal, mengenalkan anak pada bagian tubuhnya sendiri dan mengajarkan batasan diri adalah langkah penting untuk melindungi mereka dari ancaman kejahatan seksual. Setidaknya, ada tahu bagian tubuh mana yang boleh dipegang orang lain dan yang tidak.

 


Berkenalan dengan #KakakAman dan Hana Maulida 

#KakakAman Adalah gerakan sosial yang berfokus pada pencegahan kekerasan seksual pada anak melalui pendidikan seksual yang interaktif dan menyenangkan, dan kini telah berkembang menjadi Yayasan Kakak Aman Indonesia.

#KakakAman ini berfokus pada upaya pencegahan kekerasan seksual anak melalui Pendidikan Seksual yang interaktif dan menyenangkan. Berbasis di Kota Serang, Banten, Kakak Aman Indonesia bertekad untuk terus menyebarluaskan Pendidikan Seksual ke seluruh penjuru Banten dan Indonesia.

#KakakAman hadir berawal dari keresahan seorang ibu—Hana Maulida—yang pagi itu terpaku menatap dan mendengar berita tentang kekeransan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh orang terdekatnya. Ada sedih an marah yang bercampur menjadi satu. Lalu, Hana Maulida mencoba menghubungi kedua temannya untuk bertemu, dan salah satu temannya adalah guru SD.

Bersama kedua temannya tersebut, Hana ngobrol tentang kekerasaan eksual yag terjadi pada anak. apa dampaknya? dan mengapa hal tersebut semakin marak terjadi. dan dari obrolan tersebut, memulai Langkah kecil yang dimulai dri mengunjungi sekolah teman teman Hana mengajar. Dan fakta mengejutkan, rata-rata siswa SD--laki ataupun perempuan--pernah menonton video porno, bahkan ada anak yang iseng enggambar alat kelamin. 

Dan dari pertemuan tersebut, Hana akhirnya mengunggah tentang kunjungan tersebut di media sosial. Banyak tanggapan positif. Lalu, dari hal tersebut, Hana berinisiatif membuat Gerakan Kakak Aman.

Tidak hanya sampai di situ, Hana juga mengunjungi para ahli psikolog anak, dokter anak, pemerhati anak dan stakeholder. Hana berkonsultasi terkait pembelajaran yang baik dan cocok untuk anak. Modul itu disusun secara menarik dan kreatif agar anak mudah memahaminya. Modul tersebut berbentuk seperti dongeng, cerita bergambar, dan yang laiinya.

Menariknya, modul Gerakan Kakak Aman ini gratis dan tidak eksklusif. Siapa saja bisa mempelajarinya dan mengajarkannya pada anak-anak.

 


Pendidikan Seksual Usia Dini bukanlah hal yang tabu

“Banyak orang tua yang masih menganggap pendidikan seksual sebagai hal tabu. Padahal, ini bukan tentang hal yang vulgar, tapi tentang mengajarkan anak mengenali tubuhnya, mengenal batas, dan tahu kapan harus berkata tidak,” ujar Hana dalam wawancaranya setelah menerima penghargaan.

Lewat #KakakAman, Hana ingin menghapus anggapan bahwa pendidikan seksual hanya bisa diajarkan saat anak sudah besar. Justru sebaliknya, sejak dini anak harus memahami mana bagian tubuh yang boleh disentuh orang lain, dan mana yang tidak. Ia menggunakan istilah yang ramah anak seperti “bagian tubuh pribadi” dan “zona aman”, agar pesan mudah diterima tanpa menimbulkan rasa takut atau malu.

Kegiatan #KakakAman sering diadakan di sekolah, taman baca, dan komunitas anak. Di sana, Hana dan timnya menggunakan media boneka, gambar, lagu, serta permainan interaktif. Anak-anak diajak mengenal tubuh mereka melalui cerita ringan—misalnya kisah boneka bernama “Aman” yang belajar menjaga diri dari sentuhan yang tidak pantas.

 

Belajar dengan Cara yang Menyenangkan

Salah satu keunikan #KakakAman adalah pendekatannya yang menyenangkan. Anak-anak tidak diajarkan dengan ceramah yang kaku, melainkan diajak bermain sambil belajar.

Misalnya, dalam kegiatan “Bagian Tubuh Aman”, anak-anak diberikan gambar tubuh manusia dan diminta menempelkan stiker hijau untuk bagian yang boleh disentuh (seperti tangan atau kepala saat salaman) dan stiker merah untuk bagian pribadi yang tidak boleh disentuh tanpa izin.

Dalam sesi lain, mereka diajak mendengarkan lagu bertema “Tubuhku Milikku”, yang liriknya sederhana namun sarat makna. Lagu ini mengajarkan anak untuk berani berkata “tidak” jika merasa tidak nyaman, dan segera bercerita kepada orang dewasa yang mereka percaya.

Menurut Hana, metode seperti ini terbukti efektif. Anak-anak lebih cepat memahami, sementara guru dan orang tua juga lebih mudah membuka percakapan yang selama ini dianggap sensitif.

“Tujuan kami bukan membuat anak takut, tapi membuat mereka sadar bahwa tubuh mereka berharga dan berhak dijaga,” kata Hana.

 


Dari Ruang Kecil Menuju Pengakuan Nasional

Perjalanan Hana tidak selalu mudah. Di awal, banyak pihak yang meragukan relevansi gerakan ini. Ada yang menilai terlalu “dewasa” untuk anak-anak, ada pula yang khawatir anak menjadi penasaran dengan hal-hal yang tidak semestinya. Namun Hana tidak menyerah. Ia terus melakukan pendekatan, menjelaskan bahwa pendidikan seksual bukan mengajarkan seksualitas, tetapi mengajarkan keamanan, batasan, dan kepercayaan diri.

Melalui kerja kerasnya, #KakakAman mulai dikenal luas. Gerakan ini kemudian diliput oleh berbagai media lokal hingga nasional. Keberhasilannya dalam mengangkat isu ini dengan pendekatan positif membuat tulisannya mendapat perhatian khusus dari dewan juri Anugerah Pewarta Astra — ajang bergengsi yang memberikan apresiasi bagi pewarta yang menghasilkan karya inspiratif seputar kontribusi sosial masyarakat.

Tulisan Hana dinilai kuat secara narasi, relevan secara sosial, dan membawa pesan perubahan yang nyata. Dalam karyanya, ia tidak hanya menulis tentang program, tetapi juga menghadirkan kisah nyata anak-anak dan guru yang berubah cara pandangnya setelah mengenal #KakakAman.

 

Momen Kemenangan dan Maknanya

Ketika namanya diumumkan sebagai salah satu pemenang Anugerah Pewarta Astra, Hana tak kuasa menahan haru. Ia mengaku kemenangan ini bukan miliknya sendiri, melainkan milik semua relawan, guru, orang tua, dan anak-anak yang berani berbicara tentang keamanan diri.

“Anugerah ini adalah bentuk pengakuan bahwa isu pendidikan seksual anak itu penting dan harus terus disuarakan,” ujar Hana dengan penuh rasa syukur.

Penghargaan tersebut menjadi titik balik yang memperluas dampak #KakakAman. Kini, banyak sekolah dan komunitas mulai mengundang Hana untuk berbagi metode edukasi. Bahkan beberapa daerah telah mengadopsi konsep serupa untuk kegiatan perlindungan anak.

 

Menginspirasi Lebih Banyak Perubahan

Kisah Hana Maulida menjadi bukti nyata bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari satu tulisan dan satu kepedulian. Ia berhasil menjembatani hal yang selama ini dianggap tabu menjadi percakapan yang sehat dan terbuka.

Gerakan #KakakAman juga menginspirasi banyak jurnalis muda untuk berani menulis tentang isu sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Hana membuktikan bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menghadirkan empati dan solusi.

“Menulis itu tentang keberanian untuk peduli. Kalau kita bisa membuat satu anak merasa lebih aman, itu sudah cukup berarti,” ucap Hana dalam salah satu sesi diskusinya.

 

Pesan dan Harapan ke Depan

Melalui gerakan #KakakAman, Hana berharap semakin banyak orang tua dan guru berani membicarakan pendidikan seksual secara terbuka, tanpa rasa malu atau canggung. Ia juga mendorong pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memasukkan topik ini dalam kurikulum secara adaptif dan kontekstual.

Menurutnya, anak-anak berhak mendapatkan informasi yang benar tentang tubuh dan keselamatan diri mereka. Sebab, perlindungan terbaik bukan hanya dari pengawasan orang tua, tetapi juga dari kesadaran diri anak itu sendiri.

“Selama masih ada anak yang takut berbicara tentang tubuhnya, perjuangan ini belum selesai,” tutup Hana.

 


Penutup

Kemenangan Hana Maulida dalam Anugerah Pewarta Astra bukan sekadar penghargaan atas karya tulis yang inspiratif, melainkan pengakuan atas perjuangan nyata untuk masa depan anak-anak Indonesia. Melalui Gerakan #KakakAman, ia mengajarkan bahwa pendidikan seksual sejak dini bukanlah hal yang menakutkan, tetapi langkah penting agar setiap anak tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan tahu cara melindungi dirinya.

Gerakan kecil yang dimulai dari satu hati peduli kini menjelma menjadi gerakan besar yang menebar keberanian dan kesadaran di banyak tempat. Dan di tengah semua itu, nama Hana Maulida akan selalu dikenang sebagai sosok yang mengubah tabu menjadi ilmu, dan rasa takut menjadi kekuatan.

Rasa Yang Tak Sempat Menjadi Kata

 Rasa Yang Tak Sempat Menjadi Kata


“Pokoknya aku nebeng Mas Bayu!” rengek Kenes dan terus mengikuti langkahku.

 

Aku menarik nafas panjang. Menghentikan langkah gadis yang masih seumuran adikku. Aku menoleh kearahnya. Ada sedikit kesal menjalari perasaanku.

 

“Bareng aja Narend, aku udah ada janji! Awas ya kalo ngeyel!” ancamku lalu memakai helmku dan menuju garasi. Akupun lalu melajukan motorku dan mengabaikan gadis yang mulai menunjukkan wajah kecewanya. Tapi, aku tak peduli.

 


Aku menatap nanar kea rah luar sana. Dari jendela lantai 15, kulihat kendaraan berlalu lalang. Sudah waktunya pulang kerja, kendaraan sungguh padat. Sebenarnya pekerjaanku sudah kelar, tapi entah mengapa kakiku terasa berat untuk melangkah pulang.

 

Sejak sedari siang, pikiranku kacau. Entah mengapa kenangan 17 tahun yang lalu kembali menghantui pikirku. Kegilaan cewek yang selalu mengusik ketenanganku, seolah menjadi rindu yang mustahil terobati.

 

Kini, aku sudah tak sendiri lagi. Aku adalah seorang suami sekaligus seorang ayah dari dua putri yang amat cantik dan manis. Tapi entah mengapa, aku sungguh merindukan kegilaan gadis di masa lalu itu.

 

Semenjak aku lulus SMA, aku meninggalkan Yogyakarta. Aku melanjutkan kuliah di Jakarta dan semenjak saat itu aku jarang ke Yogyakarta karena di sana bukan rumahku—melainkan rumah pamanku. Dan gadis itu tetangga pamanku sekaligus teman Narend sedari kecil. Yah, Narendra Wibowo—adik sepupuku.

 

Tiga tahun sekolah di Jogja, gadis itu tak pernah lelah menggangguku. Dia selal mengusikku dengan kegilaannya. Dia selalu rewel dan ingin berangkat maupun pulang sekolah bersamaku. Tapi aku selalu menolaknya.

 

Hingga suatu hari—untuk yang pertama dan terakhir kalinya—kala itu aku kelas XII dan ada tambahan pelajaran, sementara Kenes sepertinya pulang ekskul. Hujan begitu deras. Tak ada angkutan umum. Sementara hari kian sore. Hatiku merasa khawatir jika aku meninggalkannya. Terpaksa, akupun mengajaknya pulang bersama. Tapi sialnya, hal itu diketahui Rahmi—kekasihku. Keesokan harinya, Rahmi memutuskanku. Dan semenjak hari itu, aku semakin membenci Kenes.

 

Meskipun dia tahu kalau aku sangat membencinya, tapi Kenes tak pernah henti mengejarku. Dia selalu menjadi pendukung utamaku saat aku main basket. Dia selalu memberikanku kado di hari special seperti di hari ulang tahunku, hari valentine, bahkan di hari kelulusanku hanyalah dia yang memberikan kado spesial.

 

Kalian tahu? Dinding pertahananku sempat runtuh. Baru saat itu aku dicintai dengan begitu hebatnya. Tapi, kukikis rasa itu. Aku yang awalnya berniat melanjutkan kuliahdi Jogja, akupun berganti Haluan kembali ke Jakarta. Ternyata, Narend—adik sepupuku—mencintai sahabat kecilnya itu.

 

Narend tahu kalau Kenes mencintaiku. Tapi dia abaikan. Narend seolah menjadi payung dalam setiap badai yang menerjang gadis gila itu. Dan aku tak mungkin meruntuhkan perasaannya karena egoku.

 

“Kriiiingggg!” suara telpon mengagetkan lamunanku.

 

“Halo?” tanyaku ke Seberang.

 

“Papa! Papa kapan pulang?” tanya suara mungil itu dari Seberang.

 

“Bentar lagi Papa pulang, Sayang. Tunggu Papa ya, Sayang.”

 

“Oke Papa! Nenes dan Adek Ndis nungguin Papa pulang. Dada Papa, ati-ati di jalan.”  Gadis mungil itu kemudian menutup telponnya. Tanpa piker panjang, aku langsung berkemas dan pulang.

 

Sepanjang perjalanan pulang, entah mengapa pikirku terus saja terbayang masa lalu. Hatiku terus bertanya, sedang apa gadis itu? Di mana dia sekarang? Apakah dia sudah menikah? Dan kegilaan apa yang merasukiku, tiba-tiba ada rasa inginku tanyakan tentangnya pada Narend. Argh, apakah aku sudah gila?

 


“Papa, besok antar Nenes ya? Nenes pengen diantar Papa ke sekolah,” rengek putri pertamaku saat aku tengah menemaninya bermain.

 

“Tapi kan Papa harus kerja, Sayang. Mama aja ya yang antar,” bujuk isteriku.

 

“Nggak mau, Nenes juga ingin diantar sama Papa!” Kalau sudah seperti ini, keinginannya tak bisa digugat. Sama seperti Kenes. Keras kepala.

 

“Iya sayang, besok Papa yang antar ya? Sekarang mainannya udahan dulu, Nenes cuci kaki, gosok gigi, lalu bobok ya,” rayuku pada bocah berusia 7 itu. Diapun menuruti perkataanku.

 

Sementara Ratna—isteriku—mendekat ke arahku.

 

“Gendhis sudah tidur?” tanyaku pada Ratna.

 

“Sudah dari tadi Mas,” jawabnya. “Oh ya Mas, ternyata anaknya Pak Ibra satu sekolah dengan Kenes hlo. Tadi aku sempat ketemu sewaktu Beliau mengantarkan anaknya bersama isterinya,” lanjut Ratna.

 

“Isterinya? Memangnya ada di Jakarta? Kata teman-teman, isterinya itu di luar kota,” tanyaku heran.

 

“Mungkin sudah kembali, isterinya cantik kayak model.”

 

Aku hanya manggut-manggut. 5 tahun menjadi bawahannya Pak Ibra, aku sama sekali tak pernah ketemu dengan isterinya. Beliau terlalu tertutup mengenai keluarganya. Dari desas-desus yang kudengar, isterinya berada di luar kota. Dan mereka hanya bertemu setiap weekend. Konon, katanya isterinya juga mempunyai bisnis sendiri di luar kota. Tapi di kota mana, entahlah. Aku kurang tertarik untuk mengetahuinya.

 

Aku menurukan Nenes dari mobilku. Lalu mengantarkannya masuk sekolah. Dan entah ini halusinasiku atau memang kenyataannya, aku melihat seseorang yang akhir-akhir ini mengusik tenangku. Perempuan berperawakan tinggi dan masih langsing seperti dulu, rambut panjangnya masih lurus seperti dulu, kulitnya yang dulu sedikit gelap kini lebih cerah dan bersinar. Aku yakin, aku tak salah lihat.

 

Aku terpaku memandanginya. Pun dengan dirinya, sepertinya sama-sama terkejutnya seperti diriku. Tapi, aku lebih terkejut lagi ketika dai belakangnya datang seorang lelaki yang tak asing dalam pandanganku.

 

“Sayang, Leon sudah masuk. Yuk, ke kantorku atau kamu mau pulang?” tanya lelaki itu lalu memandangku. “Hlo Bay, anakmu sekolah di sini?” lanjutnya bertanya lalu berjalan menuju ke arahku.

 

Aku tersenyum. Meskipun aku terkejut.

 

“Oh ya, sini Sayang, kenalkan ini Bayu dan itu isteriku Bay, namanya Ghaida,” lanjut lelaki yang kupanggil Pak Ibra. Sementara perempuan itu berjalan mendekat ke arah kami. Aku dan dia saling berjabat tangan dan menyebutkan nama kami. Ku tetaplah dipanggil Bayu, sementara dia mengenalkan namanya dengan nama Ghaida. Kenes Surinala Ghaida—si jantung hati yang menawan dan baik hati.

 

“Oh ya Bay, sekarang isteri dan anakku pindah ke Jakarta, bisnisnya yang ada di Jogja biar di handle sama Rifky. Aku sengaja memindahkannya ke Jogja. Dan nggak nyangka ya Bay, anak kita juga satu sekolah,” ucap Pak Ibra panjang lebar.

 

Sejenak kami ngobrol meskipun aku masih terjebak dalam keterkejutan. Hingga akhirnya Pak Ibra mengakhiri percakapan ini lalu mengajak isterinya kembali. Aku masih mematung. Ada lega tapi juga kecewa bercampur penyesalan. Perempuan yang 17 tahun lalu kuacuhkan, kini diratukan oleh atasanku sendiri. Perempuan yang dulu kupandang sebelahmata, kini harus kuhormati kehadirannya. Perempuan yang dulu kuanggap gila dan menyebalkan, kini dia telah menjelma menjadi perempuan anggun dan berkelas.

 

Ada lega karena dia hidup dengan baik-baik saja. Tapi ada kecewa, setidaknya dia sempat menghuni dalam hatiku. Bahkan mengganggu pikirku, hingga saat ini. Dan jujur, dia adalah perempuan yang tak pernah bisa kulupakan hingga nama anak pertamaku kuberi nama seperti dia, Kenes.

Mata Kering Bikin Drama, Review My Demon Happy Ending

 Mata Kering Bikin Drama, Review My Demon Happy Ending

 

Hallo writers, sudah lama nih enggak ngereview tentang drakor alias drama Korea. Padahal, akhir-akhir ini tuh drakornya bagus-bagus dan aku juga nonton. Sayang banget sih kalau enggak direview, karena aku bakalan lupa jalan ceritanya. Maka dari itu, semoga tahun 2024 aku enggak hanya rajin nonton drakor tapi juga rajin ngereviewnya di blog kesayangan aku ini. Dan semoga pula, mata kering enggak bikin drama. Secara tahu sendiri kan? Kelamaan menatap layar laptop, kadang bikin mata jadi kering.

 


Btw, ini mau ngebahas drakor atau mata kering?

 

Hmm, kalau bisa sih ya keduanya, yekan? Apalagi kan drama Korea My Demon sudah tamat semalam dan happy ending, hehehe J

 

Hayow, siapa yang sudah nonton My Demon sampai tersongkang-songkang? Atau malah ada yang belum nonton nih?

 

Sebelum aku mereview drama Korea My Demon, aku mau ngomentarin sedikit nih tentang pemainnya yang sempat dihujat dan rame karena dianggap modal visual doang. Padahal sih ya, menurutku akting Song Kang dan Kim Yoo-jung itu bagus. Di drama My Demon ini bisa lihat Song Kang tantrum. Ya beda aja sih sama akting Song Kang di drama Nevertheless dan Forecasting Love and Weather.

 

Kalau akting Yoo-jung, menurut aku tidak diragukan lagi, secara meskipun usia masih muda tapi Yoo-jung ini bisa dibilang senior. Udah main drama sejak usia belum ada 5 tahun.

 

Drama My Demon

Judul : My Demon (Maidemon마이 데몬)

Sutradara : Kim Jang-Han

Penulis Drama : Choi A-Il

Network : SBS & Netflix

Episode : 16

 

Pemeran :

Kim Yoo-Jung — Do Do-Hee

Song Kang — Jeong Gu-Won

Lee Sang-Yi — Ju Seok-Hoon

Kim Hae-Sook — Ju Cheon-Sook

Kim Tae-Hoon — Noh Suk-Min

Lee Yoon-Ji — Noh Su-Ahn

Jo Yeon-Hee — Kim Se-Ra

Kang Seung-Ho — Noh Do-Gyeong

Cho Hye-Joo — Noh Do-Gyeong

Heo Jung-Do — Park Bok-Gyu

Seo Jung-Yeon — Secretary Shin Da-Jeong

 


Review Drama Korea My Demon

My Demon adalah sebuah drakor yang menceritakan tentang kisah cinta seorang manusia dengan iblis yang berusia 200 tahun. Kisah cinta antara keduanya di bumbui juga dengan perebutan warisan. Alurnya juga maju mundur.

 



Do Do Hee, seorang anak yatim piatu yang diangkat anak oleh Nyonya Ju Cheon-Sook yang merupakan pemilik perusahaan Mirae Grup. Oh ya, perusaahn Mirae Grup ini sebenarnya di dirikan Nyonya Ju dan orang tua Do Do Hee. Akan tetapi, di hari ulang tahun Do Do Hee, orang tua Do Do Hee dan Nyonya Ju sempat berbeda pendapat, hingga akhirnya terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan orang tua Do Do Hee meninggal.

 



Sebenarnya yah, kecelakaan tesebut bukan kecelakaan yang direncanakan juga. Bisa juga di sebut takdir karena ternyata orang tua Do Do Hee ada kontrak dengan Jeong Gu-Won. Sepuluh tahun yang lalu, orang tua Do Do Hee mengalami kecelakaan, saat itu ibunya Do Do Hee tengah hamil besar, akan tetapi banyak rumah sakit yang penuh dan akhirnya ayah Do Do Hee teken kontrak dengan Jeong Gu-Won demi menyelamatkan isterinya dan Do Do Hee.

 

Jeong Gu Won ini kan iblis, dia menghampiri manusia-manusia yang tengah dalam kesulitan. Teken kontrak, lalu 10 tahun kemudian sang manusia harus mengikutinya ke neraka. Kalau Jeong Gu Won tidak teken kontrak, maka dia akan terbakar alias menghilang jadi bubuk abu. 

 

Hingga akhirnya, takdir membawa Jeong Gu Won bertemu Do Do Hee. Mulai dari pertemuan yang tidak disengaja saat Do Do Hee harus menghadiri kencan buta. Sampai saat Do Do Hee mau dibunuh lantaran dia jadi anak kesayangan Nyonya Ju padahal bukan anak kandung, sementara Nyonya Ju juga punya 2 anak. Jadi, tahu sendirilah, anaknya Nyonya Ju ya jelas aja tidak terima.

 



Hingga malam saat Do Do Hee mau dibunuh, datanglah Jeong Gu Won yang sebenarnya ini ‘mencari mangsa’. Jeong Gu Won yang biasanya mau membantu manusia setelah adanya kontrak, eh ngebantu Do Do Hee gitu aja. Hingga, tato salib ditangan Jeong Gu Won pindah ke tangan Do Do Hee. Kekuatan Jeong Gu Won hilang, tapi bakalan bisa digunain kalau pegangan tangan sama Do Do Hee…

 

Jeoang Gu Won dan Do Do Hee pun saling terhubung. Do Hee yang butuh pelindung karena banyak orang yang menginginkan kematiannya dan Gu Won juga butuh kekuatannya. Hingga ada hari di mana Nyonya Ju meninggal, Do Hee jadi pewaris dengan syarat harus menikah dan terjadilah pernikahan kontrak antara Do Hee dan Gu Won. Iya sih awalnya kontrak tapi jadi cinta beneran.

 

Plot twist-nya, Nyonya Ju ternyata meninggal karena dibunuh dan pembunuhnya adalah orang terdekatnya. Nah, kira-kira siapa yaaa?

 

Jujurly, nonton My Demon on going tuh tiap akhir pecan bakalan dibikin penasaran. Drama My Demon ini sebenarnya cukup menghibur apalagi kehadiran karyawan Do Hee, sekertaris Do Hee dan sekertaris Gu Won yang awalnya saling benci tapi berakhir pada bucin.

 



Terus nih, belum lagi banyaknya teori sampai Ju Seok-Hoon yang merupakan keponakan Nyonya Ju tapi baik banget sama Do Hee, dia dicurigain dikira penjahat utamanya, padahal bukan. Karena pembunuh Nyonya Ju dan adanya kontrak orang tua Do Hee dan Gu Won itu diceritain di akhir.

 

Alurnya maju mundur karena sebelum Gu Won jadi iblis, dia juga seorang manusia biasa. Namanya Yi Sun dan dia jatuh cinta sama Wol Sim akan tetapi mereka beda kasta, jadi enggak bisa bersama. Hingga akhirnya mereka memilih ajaran katholik tapi ajaran tersebut dibilang sesat, sampai akhirnya Wol Sim di bunuh dan Yi Sun berbalik membunuh banyak orang lalu dia bunuh diri.

 

Nonton My Demon ini tuh konfliknya dapat, lucunya juga dapat sih. Romance-nya juga dapat dan pastinya tidak banyak adegan panas. Kiss-nya masih dibilang wajar untuk sekelas drama Korea. Padahal kan ceritanya Gu Won dan Do Hee sudah jadi pasutri. Yang kupikir nonton dramanya bakalan santuy kayak di pantai, eh kok malah ngajak mikir juga. Tapi aku suka sih karena berakhir happy ending.

 

Mata Kering Bikin Drama Saat Asyik Nonton Drama Korea

Sebenarnya, aku enggak hanya nonton drama Korea My Demon saja, tapi juga ngikutin Welcome To Samdal-ri yang bakalan tamat malam ini dan dramanya itu banyak banget mengandung pesan kayak Hometown Cha-Cha, terus nonton Marry My Husband, dan belum selesai nonton Perfect Marriage Revenge. Wah, lumayan juga kan tontonannya L Belum lagi suka scroll sosmed. Dan jujurly, saking lamanya menatap layar laptop ataupun smartphone, kadang mata jadi kering. Dan mata kering sering sekali bikin drama. Lantas, gimana solusinya?

 

Sebelum  membahas solusi, aku mau berbagi tips dulu sih tentang gimana menjaga kesehatan mata meskipun sering menatap layar laptop.

 

Tips tersebut sih cukup membantu buat aku ya writers. Oh ya writers, btw kalian sudah tahu belum sih apa itu mata kering? Gejalanya kayak gimana?

 



Mata kering atau bisa juga disebut dry eye syndrome adalah kondisi ketika air mata tidak dapat melumasi lapisan mata dengan baik. 


Biasanya, gejala mata kering ini diawali dengan :

-      adanya sensasi panas, kering, atau seperti ada benda asing pada mata,

-      mata terasa nyeri,

-      mata merah dan berair,

-      kelopak mata berkedut,

-      kelopak mata teasa berat,

-      terasa sulit untuk membuka mata,

-      sensasi tidak nyaman saat melihat cahaya terang,

-      tedapat lender di dalam atau di sekitar mata, terutama setelah bangun tidur,

-      dan penglihatan menjadi kabur.

 

Lantas, sebenarnya apa saja sih penyebab mata kering itu?  


Penyebab mata kering disebabkan oleh 2 faktor, yaitu : penurunan produksi air mata dan peningkatan penguapan air mata.

 

Penurunan produksi air mata ini biasanya karena usia tua, ada penyakit tertentu, kekurangan vitamin A, mengkonsumsi obat-obatan, dan kerusakan kelenjar air mata akibat teapi radiasi atau operasi laser mata.

 

Sementara peningkatan penguapan air mata itu biasanya karena ketika membaca atau menatap layar dan jarang berkedip, gangguan pada kelopak mata, alergi pada mata, cuaca kering atau berangin, polusi udara, dan defisiensi vitamin A.

 

Dan mata kering tidak bisa disepelekan loh karena dapat menyebabkan infeksi mata, kerusakan kornea mata, sensitive terhadap cahaya, mata berair, bahkan bisa menyebabkan kehilangan penglihatan. Wah, ngeri juga ya writers.

 

Lantas, solusinya gimana nih kalau sampai mengalami mata kering?

Buat orang yang suka nonton drama ataupun suka scroll sosmed alias sering menatap layar nih, aku menerapkan prinsip 20-20-20. 20-20-20 ini adalah menatap layar selama 20 menit, istirahat selama 20 detik melihat ke titik dengan jarak 20 kaki atau 6 meter tanpa beanjak dari tempat, dan sering-sering berkedip juga.

 

Selain itu, menatap layar buat aku maksimal 4 jam. Kalau buat anak-anak sih sejam saja, yak J

 

#InstoDryEyes, #SolusiMataKering

Selain menerapkan prinsip 20-20-20, andalan aku untuk mengatasi mata kering yaitu Instro Dry-Eyes. Insto Dry Eyes ini memang digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala kekeringan pada mata, meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata (biasanya pada penderita rheumatoid arthritis, keratoconjunctivitis dan xerophtalmia), juga digunakan sebagai pelumas pada mata palsu.

 



Dan dari dulu, obat mata kering sih aku selalu menggunakan Insto Dry-Eyes. Secara ya, dari dulu pekerjaan aku selalu berhubungan dengan layar komputer dan aku juga suka membaca.

 

Penutup

Writers, itu adalah review aku tentang drama Korea My Demon, dan #InstoDryEyes sebagai #SolusiMataKering ketika aku mengalami mata kering akibat kebanyakan nonton drama ataupun baca buku. Writers juga punya pengalaman kayak aku enggak? Pernah mengalami yang namanya mata kering?




Oh ya, produk Insto ini tidak hanya Insto Dry Eyes untuk mengatasi mata kering, tapi ada juga Insto Reguler untuk mengatasi iritasi ringan dan mata merah, serta Insto Cool dengan sensasi dingin-nya.

Cara Merawat Motor Matic

 Cara Merawat Motor Matic

 

Di rumah ada beberapa tipe motor, yaitu motor matic, motor bebek, dan motor kopling. Meskipun saya bisa menggunakan ketiganya, etapi jujurly saya paling nyaman menggunakan motor matic. Mungkin karena lebih mudah saja dan lebih nyaman. Apalagi kalau belanja ataupun antar jemput anak sekolah.

 

Beda tipe motor, beda pula perawatannya. Benar sekali! Apalagi untuk motor matic yang menggunakan 2 macam oli, yaitu oli mesin dan oli transmisi atau biasa disebut dengan oli gardan.

 


Karena selama ini saya lebih sering menggunakan motor matic, sayapun juga lebih berfokus pada perawatan motor matic. Sementara untuk motor bebek dan motor kopling, biar menjadi urusan Pak Suami. Hehhe 😊

 

Lantas, bagaimana perawatan motor matic agar tetap awet? Apakah lebih ribet dibandingkan dengan merawat motor bebek ataupun motor kopling?

Cara merawat motor matic

1.      Rutin panaskan mesin motor di pagi hari. Memanaskan mesin motor tiap pagi itu harus, karena jika motor dipanaskan akan membuat oli motor melumasi bagian dalam dengan sempurna, sehingga mesin yang ada di dalamnya bisa terhindar dari kerusakan. Saya sendiri sudah merasakan perbedaan, ketika motor tiap pagi dipanasi dan tidak dipanasi. Pernah merasakan beberapa hari motor enggak dipanasi, eh malah enggak nyala-nyala dan berakhir harus dibawa ke bengkel.

2.      Ganti oli secara berkala. Pernah mengalami juga telat ganti oli. Dan itu motor matic. Alhasil? Motorku rusak. Sejak saat itu, saya kapok. Jangan sampai telat ganti oli. Dan sekarang, saya mulai rutin ganti oli. Kalau dulu setiap 2000 km – 3000 km saya ganti oli, atau tiap sebulan atau dua bulan (tergantung pemakaian juga sih…) akan tetapi, semenjak saya beralih ke oli X-Ten di Planet Ban, saya berani ganti oli ketika sudah mencapai 5000 km atau 2 kali lebih lama dari oli biasa.

Kalau ditanya kenapa kok move on ke oli X-Ten? Karena oli X-Ten mengandung  full synthetic ester yang membuat oli X-Ten 2x tahan lama dibandingkan oli lainnya dan mampu digunakan sampai 5000 km.




Selain itu, oli X-Ten juga tahan lama, tidak mudah panas, meminimalisir kehausan, membersihkan ruang mesin.

Sementara untuk ganti oli gardan, saya menggunakan rumus 2 kali ganti oli mesin baru ganti oli gardan. Oli gardan ini fungsinya untuk melumasi gear yang ada di Continuously Variable Transmission (CVT).

3.      Cek aki dan busi secara rutin. Cek aki dan busi itu penting banget loh karena aki dan busi merupakan komponen penting pada motor. Saya pernah punya pengalaman, cuek akan aki dan busi, dan pernah mengalami motor mogok di jalan. Untuk perjalanan jarak jauh, menurut saya ini sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Berkaca dari itu, saya sering minta tolong pada suami untuk cek aki dan busi. Apalagi jika kami ingin melakukan perjalanan jarak jauh.




4.      Cek kondisi van belt dan roller motor. Van Belt atau biasa disingkat sebagai v-belt dan roller adalah bagian yang ada pada motor matic dan memiliki fungsi serupa dengan rantai. Saat membawa sepeda atau motor bebek lalu rantainya putus saja sudah mengganggu banet, apalagi kalau mengalami van belt tiba-tiba putus? Jangan sampai, yak? Makanya, setiap servis motor, saya selalu bertanya apakah van belt dan roller motornya masih aman. Apalagi kedua bend aini juga rentan terkena kotoran. Jadi, harus rutin dibersihkan juga.

5.      Cek bagian shockbreaker. Shockbreaker atau peredam hentakan merupakan komponen motor yang berfungsi untuk menjaga mesin dan pengendaranya tetap stabil dari adanya guncangan saat melawati jalan berlubang, jalan bergelombang, atau permukaan jalan lainnya yang tidak terlalu rata.

6.      Jangan kehabisan bensin. Hayow, siapa yang sering mengalami kehabisan bensin? Saya hampir mengalaminya, untung sih tidak sampai benar-benar habis sudah menemukan warung yang juga jualan bensin. Kehabisan bensin bukan hanya menggangu perjalanan loh, tapi juga membuat mesin cepat rusak.

7.      Gunakan bahan bakar yang tepat (sesuai kompresi). Untuk motor matic, bahan bakar yang biasa saya gunakan adalah pertalte atau pertamax. Perlu diketahui loh writers, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai juga bisa merusak mesin.

8.      Stabilkan kecepatan gas. Saat berkendara, gunakan kecepatan yang stabil. Jangan tiba-tiba menggunakan kecepatan cepat lalu tiba-tiba lambat, karena itu tidak hanya merusak mesin saja, melainkan juga merusak van belt.

9.      Servis rutin di bengkel. Agar tahu kerusakan yang ada pada motor, dan juga tahu sparepart apa yang harus diganti, jangan lupa servis secara rutin. Salah satu rekomendasi bengkel untuk servis rutin adalah Planet Ban.

10.  Periksa tekanan udara ban secara rutin. Periksa tekanan udara pada ban itu penting sekali. Jangan sampai perjalanan tergangu karena ban-nya kurang tekanan udara.

11.  Rutin mencuci motor. Rutin mencuci motor tidak hanya membuat motor terlihat bersih loh, akan tetapi juga untuk menghindari kerusakan pada mesin, visibilitas kendaraan, dan juga untuk menghindari karat pada komponen motor.

 

Ganti oli dan servis motor di Planet Ban

Ternyata merawat motor matic juga tidak mudah, ya? Padahal ya, sebagai emak-emak, seringnya asal motor masih bisa jalan yasudah biarkan saja. Sadarnya kalau tiba-tiba motor macet, hehe…

 

Etapi, puluhan tahun membawa motor, saya mulai aware akan pentingnya perawatan motor. Meskipun sekarang bawa motor cuma untuk antar-jemput anak sekolah, tapi motor harus tetap terawatt agar selalu waras.

 



Perawatan motor yang paling penting tuh ganti oli dan servis. Untungnya, saya sudah menemukan bengkel motor yang nyaman yaitu Planet Ban. Planet Ban tidak hanya menjual ban saja, melainkan juga bisa ganti oli dan servis motor.

 

Kalau ditanya kenapa kok memilih Planet Ban, padahal kan banyak banget bengkel motor?

Tahu nggak writers, ketika kita servis motor, biasanya tuh banyak banget debu, kotoran, dan sisa pembakaran yang tersisa. Bahkan, sering juga ditemukan kotoran dan debu di blok CVT, dan itu membuat motor menjadi berat.

 

Akan tetapi, jika kita rutin servis motor di Planet Ban, maka seluruh bagian atau part mesin akan dibersihkan hingga seperti baru. Bahkan kepala silinder, blok CVT, klep mesin, piston, throttle body, semuanya bersih dari sisa-sisa pembakaran, debu dan kotoran sehingga terlihat seperti mesin baru.

 



Rutin servis motor di Planet Ban tuh membuat mesin motor terasa baru. Tarikannya juga menjadi lebih enteng, emisi turun lebih dari 70%, lebih hemat BBM, dan mesin jadi bersih total.

 

Selain itu, harga servis motor secara lengkap di Planet Ban juga terjangkau banget—emak-emak tetap mempertimbangkan harga. Untuk service motor injeksi cuma Rp20.000,- service CVT sekaligus rantainya Rp19.500,- bahkan service throttle body juga cuma Rp20.000,-

 

Jadi, servis motor dan ganti oli enggak nyampe serratus ribu loh, murah banget, kan?

 

Nah, writers yang juga kemana-mana bawa motor, bagaimana perawatan kalian? Kalau ganti oli dan servis motor, biasanya di mana? Share yuk 😊