Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Review Novel Hati Suhita (2019) - Khilma Anis

Siapa yang nungguin film Hati Suhita tayang? Jangan-jangan aku doang nih, hehehe J

 

Sebelum aku mereview novel Hati Suhita, aku mau cerita dulu kalau aku tahu novel Hati Suhita ini gegara nonton trailer film Hati Suhita yang waktu itu belum tahu bakalan tayang kapan. Kepincut sama trailernya, apalagi yang jadi Suhita itu Nadya Arina dan beradu acting kembali dengan Anggika Bolsterli (Ratna Rengganis) yang mereka pernah main bareng di Film A Perfect Fit.

 


Cuma bedanya, kalau di Film A Perfect Fit itu lakinya tuh Reval Hadi (Mas Bian), sementara di Film Hati Suhita ini ada Omar Daniel (Gus Birru).

 

Sembari nungguin filmnya tayang, akhirnya aku membeli novelnya dan baca dulu novelnya. Apalagi baca komenan netijen yang pada bilang nih novel tuh bagus banget, ya makin kepolah aku.

 

Judul : Hati Suhita
Penulis : Khilma Anis

 

Review Novel Hati Suhita

Hati Suhita ini adalah novel yang bercerita tentang cinta segitiga antara Alina Suhita, Gus Birru, dan Ratna Rengganis. Ada yang bilang sih ceritanya hampir mirip dengan Wedding Agreement. Cuma dalam Hati Suhita ini tidak ada antagonisnya. Sebagai seorang mantan, Ratna Rengganis adalah mantan yang terhormat, tidak mengganggu Gus Birru dan kalaupun ada komunikasi itu karena pekerjaan.

 

Novel Hati Suhita ini tidak bercerita dari satu sudut pandang saja, melainkan dari 3 sudut pandang. Cerita dari Alina Suhita, Gus Birru, dan juga Ratna Rengganis. Mereka mempunyai ‘beban’-nya tersendiri. Etapi, kalau ada yang disalahkan, mohon maaf nih kalau saya akan menyalahkan Gus Birru. Kenapa?

 

Sinopsis Hati Suhita

Alina Suhita dan Gus Birru adalah sama-sama anak Kyai yang mempunyai pondok pesantren. Ibarat dikata, mereka sama-sama berdarah biru, Ning dan Gus. Abah dan Umik (orang tua Gus Birru) sudah nembung (melamar) Alina Suhita semenjak Alina masih duduk dibangku MTs. Jadi, perjodohan antara Alina Suhita dan Gus Birru memang sudah ada jauh sebelum Gus Birru kenal Ratna Rengganis.

 

Orang tua Gus Birru sudah sering mendekatkan Alina Suhita dengan Gus Birru, bahkan pernah mengajak Alina dan Gus Birru umroh bareng, tapi Gus Birru selalu beralasan karena Gus Birru memang tidak menyukai Alina Suhita. Apalagi ketika kuliah, Gus Birru sebagai seorang aktivis yang memperjuangan hak-hak orang, tapi perjodohannya dengan Alina seolah menginjak harga dirinya. Dia tidak bisa memperjuangkan haknya.

 


Dan semasa kuliah itulah, Gus Birru mengenal Ratna Rengganis dan mereka berpacaran. Tapi tetap saja, Gus Birru tidak bisa menolak keinginan orang tuanya untuk menikah dengan Alina Suhita. Apalagi melihat Umik sangat menyayangi Alina. Gus Birrupun menikah dengan Alina Suhita.

 

7 bulan menikah, Gus Birru dan Alina memang tidur di kamar yang sama, tapi mereka tidak pernah satu ranjang. Bahkan sampai 7 bulan pernikahan, Alina masih perawan. Yang menyakitkan sih Gus Birru terang-terangan bilang tidak mencintai Alina Suhita. Ini nyakitin banget L



Saat mereka berdua, mereka serasa menjadi orang asing. Sibuk dengan dunianya sendiri. Alina sibuk dengan hafalan Al Qur’annya sementara Gus Birru sibuk dengan buku bacaannya. Tapi di depan orang tua Gus Birru dan di depan orang banyak, ya mereka berperan layaknya suami isteri yang harmonis.

 

Sakit enggak jadi Alina? Sakitlah! Apalagi dia tahu kalau Gus Birru pernah punya pacar bernama Ratna Rengganis dan sampai saat ini mereka masih ada hubungan (pekerjaan). Sebagai seorang isteri, jelas sakit banget. Apalagi, pernah tuh waktu Abah dan Umik pergi ziarah, Ratna Rengganis dan teman-teman Gus Birru mampir ke rumah Gus Birru.

 

Seorang mantan (yang mungkin masih dicintai) dikenalkan sama isteri yang enggak dicintainya. Ini sih dalem banget…

 

Apalagi selama ini Alina tuh hadir sebagai menantu idaman. Gimana enggak? Dia kuliah aja, mondok aja, sudah diatur sama Abah dan Umiknya Gus Birru. Ya karena mereka berharap pada Alina dan yakin kalau Alina bisa membesarkan pesantren mereka. Selain itu, ada juga sosok Kang Dharma (senior Alina waktu mondok) yang menaruh perhatian pada Alina.

 


Nah, konflik semakin menjadi ketika Ratna Rengganis kembali mampir ke rumah Gus Birru dan bercengkerama dengan Abah dan Umik. Yang sebenarnya sih Ratna Rengganis tuh mau pamitan karena mau sekolah ke Belanda, tapi yang namanya cemburu, gimana lagi? Alina pamit, pergi secara baik-baik. Pamitnya mau pulang ke rumah orang tuanya tapi malah ke Salatiga, ke rumah kakek neneknya. Gus Birru kebingungan mencari Alina. Dan Umik sakit sampai masuk rumah sakit. Alina tidak bisa dihubungi.

 

Dan kepergian Alina, seolah menyadarkan Gus Birru kalau dia sudah mulai mencintai Alina.

 

Yang kusuka dari Hati Suhita ini tuh happy ending (setelah pengorbanan panjang Alina), dan tidak ada niatan Gus Birru untuk poligami meskipun waktu menikahi Alina, Gus Birru masih mencintai Ratna Rengganis.  Selain itu, membaca novel Hati Suhita ini serasa tidak sekedar membaca novel saja, ada sisipan petuah Jawa (yang bikin aku kangen sama Almarhum Kakek, hiksL) dan juga ada potongan-potongan tentang cerita pewayangan. Aku jadi sedikit tahu tentang kisah Ekalaya, Resi Drona, Dewi Amba, dan beberapa tokoh wayang yang lainnya.

 

Kalau di atas kenapa aku menyalahkan Gus Birru? Ya kenapa menghadirkan Ratna Rengganis padahal sudah tahu kalau dijodohkan dengan Alina Suhita? Kalau ada yang bilang masa lalu adalah pemenangnya (tim Rengganis), lah Alina Suhita lebih dulu kenal Gus Birru. Tapi akhirnya ya Alina Suhita yang jadi pemenangnya...

 


Nah, sampai ada tim-timan nih, tim Suhita atau tim Rengganis? Yang jelas semua saama-sama sakit. Ratna Rengganis sakit karena harus melepaskan Gus Birru, tapi setidaknya dia lebih beruntung karena dia masih bisa menggapai mimpinya dan masih ada kesempatan berjumpa dengan lelaki lain. Sementara Alina Suhita, ya dia sudah mengorbankan masa mudanya, bahkan kuliahpun dia tidak bisa memilih jurusan yang disukainya. Hidupnya seolah sudah diberikan untuk pesantren dan keluarga Gus Birru.

 

Ya kalau Gus Birru? Sakit sih melepaskan perempuan yang dicintainya dan menikahi perempuan yang tidak dicintainya. Dia tidak bisa menolak perintah Umiknya.

 

Baca novel Hati Suhita itu nyesek, tapi endingnya bikin senyum-senyum. Dan enggak tahulah bagaimana dengan filmnya, yang jelas sih kalau nonton sekalian bawa tissue. Hehehe J

 

Yang penasaran sama novelnya, bisa banget beli di Tiktok atau Shopee. Ini novel recommended banget sih #menurutaku.

 

 

REVIEW KISAH HORROR SEWU DINO


REVIEW KISAH HORROR SEWU DINO


Setelah cerita KKN di Desa Penari viral di twitter, aku kemudian kepo dengan cerita horror lainnya. Masih dengan akun twitter yang sama, @SimpleM81378523 kini aku habis baca cerita Sewu Dino. Kupikir ini cerita tentang seribu harinya orang meninggal atau apa yang terjadi pada orang yang sudah meninggal sebelum seribu harinya #soktahu etapi ternyata salah karena ternyata eh ternyata ini adalah cerita tentang santet dan melibatkan tentang orang-orang besar.

Bukan hal baru lagi sih kalau orang-orang besar itu punya dukun atau dibalik kesuksesannya ada mbah dukun yang bertindak. Pun mereka juga punya saingan yang bakalan saling membahayakan nyawa masing-masing. Cerita begini menurutku ada kok di mana-mana. Bukan Cuma di daerah yang diceritakan di kisah Sewu Dino, akan tetapi—mungkin—di sekeliling kita pun ada.

Oke, langsung saja ya writers, aku akan mereview Kisah horror Sewu Dino. Tapi sebelumnya, bisa baca reviewku yang KKN di Desa Penari.


Kalau ditanya horror-an mana antara Sewu Dino dan KKN di Desa Penari? Aku langsung jawab, Sewu Dino ini lebih horror dan lebih ngeri. Hmm, kalau film nih ya, KKN di Desa Penari ini kubandingkan sama Pengabdi Setan, tapi kalau Sewu Dino sih rivalnya Kuntilanak. Tapi Kuntilanak ini aku juga belum nonton filmnya karena takut, kalau baca bukunya sih sudah.


KKN di Desa Penari ini kan secara garis besar itu ceritanya tentang desa angker tapi anak-anak malah melanggar asusila. Beda ceritanya dengan Sewu Dino yang sampai bunuh-bunuhan dan mencari tumbal. Bukan Cuma ngeri tapi ceritanya juga, JAHAT! Di balik nama besar dan kesuksesan di dunia, ada jiwa-jiwa tak bersalah yang harus menjadi korban.



Cerita dimulai dari seorang gadis yang bernama Sri. Dia hidup bersama ayahnya. Sebagai seorang gadis yang hanya lulusan SD, Sri sempat bingung soal mencari kerja. Yah, hidup kan butuh duit… hahaha

Sri akhirnya melamar menjadi asisten rumah tangga. Sri ikut suatu agen gitulah. Terus suatu ketika dia mendapatkan panggilan, Sri seneng bangetlah.

Kala itu, banyak banget yang mau diwawancarai. Etapi… ada 3 orang sih yang lolos termasuk Sri. Dan anehnya, pertanyaannya itu adalah weton kelahiran. Di mana wetonnya Sri adalah Jumat Kliwon.

Kedua teman Sri yang lolos itu bernama Erna—kalau aku enggak lupa—dan Dini, yang ternyata punya weton Jumat Kliwon juga. Terus, kala itu gaji seorang PRT-lah yaaa berkisar 500 ribu akan tetapi, Sri dan kedua kawannya dibayar 5 juta loh. Lantas, kerjaan macam apa sih?

Ternyata oh ternyata, Sri dan kedua temannya dibawa ke hutan belantara. Di tengah hutan itu ada rumah gubuk yang dihuni Mbah Tamin—seorang dukun—dan juga Dela—gadis yang ternyata kena santet sewu dino.

Mau gaji berapapun, tapi kalau tinggal di tengah hutan kok ngeri banget ya? Apalagi bersama dukun dan gadis yang kena santet dan ditidurin di keranda. Terus… banyak bangetlah kejadian-kejadian ganjil hingga satu persatu kepingan puzzle itu bisa Sri rangkai. Mulai siapa Dela, siapa Mbah Karsa Atmaja—yang memperkerjakan Sri—terus siapa keluarga Kuncoro, siapa Mbah Tamin.

Kejadian ganjil masih tetap berlanjut, dan Sripun ikut dalam permainannya. Keberanian dan keingintahuan Sri yang sampai mengakibatkan Erna meninggal dan Dini kehilangan salah satu kupingnya. Tak sampai di situ saja, Sri dan Dini yang tetap bekerja di keluarga besar Karsa Atmaja tetap mengurus Dela tapi berganti tempat. Kejadian ganjil masih saja terjadi. Hingga akhirnya Sri tahu, hal apa di balik semua itu.

Ternyata, tumbal sewu dino yang menimpa Dela adalah ulah dari keluarga Atmaja sendiri. Di mana Mbah Tamin—dukun keluarga Atmaja—mempunyai 2 piaraan yang sebut saja jin, dan jin ini adalah lelaki dan perempuan. Lewat Sugik—sopir keluarga Kuncoro—yang kini menjadi sopir keluarga Atmaja, keluarga Atmaja mengirimkan santetnya. Jadi kayak mengubur boneka di pekarangan rumah keluarga Kuncoro—maaf lupa namanya aku. Sugik terpaksa melakukannya karena diancam. Dan dia… melihat keluarga Kkuncoro satu persatu meninggal, bahkan ada yang bunuh diri. Etapi, ada satu keluarga Kuncoro ada yang sakti, sehingga salah satu piaraan keluarga Atmaja ditangkap dan membalikkan santetnya.

Jadi…

Ada hikmah yang sebenarnya bisa kita ambil dari kisah Sewu Dino ini. Hampir semua orang-orang besar di Indonesia tuh sudah biasa dengan hal seperti ini. Aku sih tidak heran soal pesugihan dan santet seperti ini.

Buat pembelajaran buat kita semua saja, hidup cukup sewajarnya asalkan tenang dan pasrahkan saja semuanya ke Yang Maha Pemberi Hidup.

Sekian dan terima kasih 😊

REVIEW KKN DI DESA PENARI


REVIEW KKN DI DESA PENARI


Haloha writers, apa kabarnya? Selasa menggoda jangan lupa bahagia ngomongin cerita horror yuk 😊 kebetulan nih habis baca cerita yang lagi viral di twitter yaitu KKN di Desa Penari hingga aku beneran kepo di mana sih lokasinya? Hahaha…. Baca koment-koment di twitter maupun yang sudah review di yutub juga… dan… yasudahlah dijadikan cukup tahu aja yah 😊

Bdw, sebelum aku menulis reviewnya, aku sudah membaca dari sudut pandang Nur maupun Widya—tokoh yang ngalaminnya secara langsung. Menurut aku nih writers yang kadang demen nonton film horror, KKN di Desa Penari ini kalau dijadikan film pasti bakalan horror banget. Bisa jadi rivalnya Pengabdi Setan. Serius dech… etapi, meskipun horror, bakalan banyak hikmah yang bakal kita petik kok 😊


Sebagai seorang muslim, aku sih percaya kalau yang ghaib itu ada. Entah di balik cerita ini beneran atau malah fiksi, ya alam lain atau kehidupan lain itu ada. Sebagai seorang manusia yang ditakdirkan dengan kesempurnaan dibandingkan dengan makhluk lainnya, kita harus saling menghargai dan menjunjung tinggi etika di manapun kita berada. Jangan ngelanggar larangan dan norma yah…

Oke, langsung cuz Review KKN di Desa Penari aja ya writers 😊

Jadi writers, sebenarnya yang KKN di Desa Penari ini ada 14 orang yah, akan tetapi dalam cerita hanya diceritain 6 orang saja karena itu yang saling berkaitan. Mereka ini adalah Wahyu, Anton, Bima, Ayu, Nur dan Widya.

Cerita berawal saat Ayu dan kawan-kawannya tengah mencari tempat untuk KKN. Dengan bantuan kakaknya—Ilham—Ayu akhirnya mengajak Nur untuk observasi ke Desa Penari. Desa ini berada di ujung timur, letaknya di tengah hutan dan tidak bisa dilewati mobil. Jadi, jika ingin ke Desa Penari ini kita hanya bisa naik motor lewat jalan setapak. Itupun melewati hutan yah writers, dan jarak desa dari jalan raya itu sekitar 30 menitan lah.

Dengan diantarkan oleh Ilham, Ayu dan Nur pun berangkat ke Desa Penari. Dan dalam perjalanan, pas lampu merah, ada kakek-kakek pengemis. Beliau menatap Nur iba, menggeleng seolah memberi isyarat : jangan ke sana. Akan tetapi, Nur bisa apa?

Setelah sampai di pinggir hutan menuju Desa Penari, mobil yang ditumpangin Nur, Ayu dan Ilham ini berhenti. Sudah ada segerombolan warga yang menjemputnya. Dan di tengah perjalanan… sesuatu yang ganjil sudah terjadi dengan Nur. Nur yang jebolan pondok ini bisa melihat sesuatu yang ghaib writers. Di tengah hutan, dia mendengar suara gamelan, terus dia juga melihat seorang wanita cantik yang tengah menari di tengah hutan. Dan hanya Nur sih yang bisa ngelihatnya.

Akhirnya, Ilham, Ayu dan Nur pun sampai di Desa Penari. Pak Kepala Desa, Pak Prabu yang juga teman Ilham menyambutnya hangat. Dan sebenarnya Pak Prabu ini menolak keinginan Ayu yang ingin KKN di Desa Penari ini. Tapi… Ayu ngotot sampai nangis-nangis dan janji enggak bakalan berbuat yang enggak-enggak. Enggak enak sama si Ilham, akhirnya Pak Prbau menyetujuinya.

Setelah disetujui, Ayu dan Nur sempat keliling desa gitu deh. Mau melihat tempat-tempat yang bakalan dijadikan prokernya. Di dekat makam, ada sebuah batu besar tertutup kain hitam dan merah, ada sesajennya, di situlah Nur melihat sesuatu yang dia sebut genderuwo. Tapi, Nur hanya diam saja. Makhluk itu seolah enggak suka sama Nur gitu deh… lagi dan lagi,  Nur bisa apa?

Nur, Ayu dan Ilhampun akhirnya pulang. Di sepanjang perjalanan, Nur terus berpikir. Sebenarnya dia ragu, haruskah berlanjut nekat KKN di sana? Tapi… Ayu ngotot bahkan dia menyuruh Nur agar mengajak Bima. Secara, Bima dan Nur itu teman sepondokan dulu.

Okelah… singkat cerita, Nur, Ayu, Widya, Bima, Wahyu dan Anton pergi ke Desa Penari untuk KKN. Sebelumnya, ibunya Widya sih sudah melarang Widya buat enggak KKN di desa itu. Namanya firasat ibu kan ya? Sudah enggak baik duluan. Pun dengan Nur. Dan sewaktu dalam perjalanan, kakek-kakek pengemis itu kembali menggedor-gedor kaca mobil elf yang ditumpangi Nur CS. Masih dengan misi yang sama : jangan dilanjutkan.

Sesampainya di pinggir hutan, Ayu CS sudah ditunggu oleh para warga. Dan lagi… Nur kembali mendengar suara gamelan itu. Pun dengan Widya. Parahnya lagi, perjalanan yang sebenarnya Cuma 30 menit itu terasa sejam lebih buat Widya. Terus, Nur yang bisa melihat alam lain juga merasa diikuti oleh genderuwo itu.

Singkat cerita aja, hal-hal ganjil mulai terjadi satu persatu. Di mulai sewaktu Pak Prabu mengantar anak-anak KKN untuk keliling desa. Makam di desa itu, batu nisannya ditutupi oleh kain hitam. Terus, ada pula tempat yang benar-benar dilarang agar tidak dijamah. Dan tempat itu dibatasi dengan kain merah dan hitam. Terus… ada kejadian ganjil pula sewaktu Widya dan Nur mandi di Sinden—penulis menyebutnya Sinden, mungkin yang dimaksud adalah sendang). Kala itu Nur duluan yang mandi, saat mandi Nur merasa diikuti genderuwo itu, terus dia juga mendengar seorang tengah berkidung. Dan sebaliknya, Widya yang menunggunya di luar juga mendengar Nur tengah berkidung. Terus saat Widya mandi, dia merasa ada yang mengikuti juga. Pokoknya, banyak hal-hal ganjil terjadi hingga akhirnya Nur memberanikan diri ke rumah Pak Prabu di mana di situ ada mbah-mbah tua yang dipanggil Mbah Buyut. Nur bercerita tentang semua hal ganjil yang terjadi padanya dan ternyata… ada yang menjaga Nur. Seorang nenek-nenek yang konon katanya neneknya Nur, dan penunggu desa itu tidak menyukainya. Akan tetapi, penjaga Nur tidak bisa dilepaskan karena sudah digembok dengan Nur, karena jika lepas, Nur yang akan meninggal. Dan salah satu cara agar Nur tidak diganggu sewaktu KKN ya melepaskan penjaga Nur tapi tidak jauh dari Nur.

Hal ganjil yang terjadi adalah Widya yang tiba-tiba menari di pelataran rumah warga yang ditumpanginya. Yang konon katanya, Widya diikuti oleh seorang penari dan memang menginginkan Widya. Dan kata Mbah Buyut, jangan sampai Widya dibiarkan sendirian.

Terus hal ganjil yang terjadi pada Bima adalah Bima yang diam-diam sering keluar malam, pulang membawa sesajen dan menaruh foto Widya di atas sesajennya. Wahyu dan Anton juga sering melihat Bima onani. Anehnya, Wahyu dan Anton sering mendengar Bima tengah tertawa-tawa, tersenyum-senyum sendiri dan di kamarnya kadang ada suara wanita.

Tapi… ada hal ganjil yang paling mengerikan itu sewaktu Wahyu dan Widya pergi ke kota untuk membeli beberapa perlengkapan proker. Sebelumnya, Pak Prabu sudah mewanti-wanti agar Wahyu dan Widya jangan pulang sampai hari gelap. Tapi mereka melarangnya. Bahkan, saat Wahyu dan Widya beli cilok, pedagang cilok juga sudah mewanti-wanti agar segera kembali kalau enggak ya cari penginapan. Tapi Wahyu dan Widya ngotot ingin kembali, penjual cilokpun berpesan agar mereka mengabaikan apa yang terjadi di sepanjang jalan. Jangan tergoda.

Tapi sialnya, motor yang dinaiki Wahyu dan Widya malah mogok di tengah hutan. Wahyu dan Widya tahu, tidak ada desa lain selain desa penari, tapi anehnya di perjalanan dia melihat keramaian, suara gamelan dan penari. Wahyu dan Widya diajak mampir, motor mereka diperbaiki. Wahyu dan Widya dijamu sampil menonton penari. Bahkan, dia diberi oleh-oleh. Dan sampai di pondokan…. Oleh-oleh yang tadi dilihat Wahyu adalah makanan ternyata adalah kepala monyet dengan darah yang masih segar…. #ngeri

Masih banyak hal ganjil terjadi lainnya, seperti Widya yang meminum air yang ternyata ada rambutnya. Terus Widya yang melihat Nur marah-marah dan ternyata jelmaan dari yang menjaga Nur. Widya yang menghilang dan pergi ke Sinden larangan—oh ya, Sinden/Sendangnya ini ada 2 ya writers, di mana yang satunya itu bisa digunakan untuk mandi dan dulu sih digunakan para penari untuk mandi sebelum tampil dan ada satu sinden yang tidak boleh dijamah tadi. Widya yang melihat Ayu menangis sambal menari, Widya juga melihat Bima bersama ular-ular. Ngeri bangetlah pokoknya.

Hingga cerita berakhir dengan Ayu yang melotot seperti mayat hidup dan Bima yang kejang-kejang terus akhirnya meninggal. Disusul 3 bulan kemudian Ayu juga meninggal setelah berobat ke mana-mana tapi tak kunjung pulih.

Dan ternyata, kunci di balik semua itu ada pada Ayu dan Bima. Bima yang berniat mau memelet Widya. Bima dan Ayu yang menyimpan mahkota dan selendang sang penari. Terus, Bima dan Ayu yang telah berbuat mesum di Sinden yang terlarang. Duh… ☹

Dan ternyata… sebenarnya Widya dan Nurlah yang selama ini diincar. Tetapi Nur ada yang menjaganya dan malah salah sasaran. Oh ya, Widya dan Nur yang diincar karena mereka masih perawan.

Jadi writers, di desa penari ini kalau ada perawan atau perjaka yang sudah akil baligh memang sering digoda lelembut gitu. Bahkan anak-anak di desa itu kalau sudah akil baligh malah disuruh merantau atau pergi jauh dari desa gitu. Dan sebenarnya, di dekat desa itu ada desa lelembut gitu, ya kayak desa ghoiblah ya.

Pesan yang dapat kita ambil dari cerita ini tuh banyak, diantaranya :
1.    Jaga etika di manapun kita berada, apalagi di tempat yang baru karena kita tidak pernah tahu sejarahnya kayak apa
2.    Ikuti aturan. Kalau dilarang ya jangan melanggar
3.    Plis deh… jaga nafsunya. Apalagi berbuat mesum dan berhubungan badan di sembarang tempat. Belum nikah lagi. Bukan Cuma di agama saja yang dilarang, tapi itu juga melanggar norma (Baca : Review Dua Garis Biru)
4.    Sempat lupa cerita, Bima ini kan lulusan pondok dan covernya religious. Cover religious bukan jaminan yah, wong dia bisa tuh berbuat mesum di tempat terlarang apalagi sampai niat hati memelet Widya
5.    Jangan ambil jalan pintas. Melet? Duh, cinta sih cinta, tapi jangan syirik yah 😊
6.    Firasat seorang ibu itu banyak benarnya. Jangan disepelekan apalagi bilang : argh, Cuma perasan…
7.    Setiap perbuatan pasti ada pertanggungjawabannya
8.    Ghoib itu ada. Jin itu ada. Ada yang baik dan ada yang jahat. Jadi… lebih baik saling menghormati saja

Oh ya, writers yang penasaran bisa deh langsung baca di twitter @SimpleM81378523 atau cari di yutub soal desa penari ini.

Saranku, bacanya siang aja kalau writers agak penakut. Aku baca siang aja bisa merinding kok… hehehe… lumayan horror sih. Dan kalau dijadiin film, pengen nonton… hahaha 😊 gimana kalau writers semuanya? Oh ya, yang sudah baca, yuk ah ngobrolin di kolom komentar… pendapat writers semua tentang KKN di Desa Penari ini apa?



REVIEW NOVEL METROPOP : LOVE BITES


REVIEW NOVEL METROPOP : LOVE BITES

Review Novel Metropop Love Bites. Sebenarnya ini novel sudah lama, teritan tahun 2014. Tapi aku beli dan bacanya belum lama, itupun berkat berburu diskon. Hehehe...#maafkan.

Awalnya aku suka ini novel itu dari covernya. Kok gambar sepatu cowok sama cewek sih? Terus aku baca blurb-nya, menarik banget nih soal rumah tangga. Apalagi aku dan suami juga sempatlah ada sedikit ´‘keributan‘ jadi kayak semakin menarik untuk kupinang dibawa pulang.




Vania :
´´ Percayalah, kalau diizinkan memilih, aku ingin menghabiskan sepanjang hariku di sofa, menonton DVD komedi keluarga Modern Family sambil menikmati sundae dan bercengkerama dengan Cherish. Sayangnya...´´

Ivan :
´´ Ini bukan tentang gue mengerti atau tidak soal pekerjaannya, tapi tentang bagaimana seorang suami menjadi sandaran bagi isterinya yang butuh pendengar. Gue ingin bisa diandalkan olehnya.´´

Apa yang terbayang saat mendengar fenomena Alpha Wife dan Beta Husband? Tentang bagaimana pernikahan diusahakan ketika terjadi pertukaran peran antarasuami dan isteri. Tentang dominasi isteri—dari segi finansial dan pengambilan keputusan—dan peran baru laki-laki sebagai stay-at-home husband.

In fact, love is not that blind. It even bites!

Membaca novel ini tuh serasa menyelami kehidupan nyata. Kehidupan Ivan dan Vania seolah benar-benar adanya. Dan ya memang ada. Tentang pernikahan dua orang yang karakternya bertolak belakang, terus pergantian peran yang seorang isteri malah jadi tulang punggung keluarga ini benar-benar ada di sekeliling kita. Bisa jadi juga kita ´pernah´mengalami dari fase ini.

Yang namanya kehidupan rumah tangga itu kan ujiannya beda-beda. Termasuk soal ekonomi dan gaya hidup. Akan tetapi, bagaimana kalau rejekinya banyak di ceweknya? Bukankah seharusnya yang jadi tulang punggungitu si suami? Lantas, kalau suaminya yang jadi bapak rumah tangga, apakah rumah tangga itu akan tetap baik-baik saja?




Love Bites ini ngajarin gimana seharusnya kita menerima perbedaan. Mengingatkan juga kalau kunci dalam sebuah rumah tangga itu adalah komunikasi. Di mana komunikasi ini ada kejujuran dan kepercayaan. Gimana kita jadi pasangan juga harus mengakui kelebihan pasangan dan kekurangan diri sendiri. Jangan gengsilah ya, terus ketemu yang nyaman kok malah... Aku sempat emosi loh pas Ivan dekat sama Cita—guru Tknya Cherish, anaknya Ivan dan Vania. Emosi aku langsung naik pas Cita bilang : kamu pantas dapetin yang lebih baik, Van!

Inginku teriak, woy Vania itu isteri sahnya Ivan. Lo enggak tahu apa yang terjadi dalam rumah tangga mereka. Kalau Vania selama ini sibuk kerja, bukan berarti kalau Vania ini egois. Lagian, apa ada sih perempuan lebih baik kok mau ngerebut suami orang. Sungguh aku ingin misuh semisuh-misuhnya... hahahaha.

Jadi gini loh cerita nih novel—maafkan kalau ceritaku loncat-loncat :

Vania dan Ivan itu adalah sepasang suami isteri. Mereka pacaran sedari kuliah. Vania ini anak yang cantik dan terkenal pinter. Sementara Ivan? Ibunya itu dosennya Vania. Ivan ini anak sastra.



Sosok Vania dan Ivan itu beda banget. Vania cenderung perfeksionis. Sementara Ivan? Tahulah anak seni bagaimana. Akan tetapi, cinta bisa menyatukan perbedaan di antara mereka hingga ke jenjang pernikahan. Meskipun sebelum menikah, pihak keluarga masing-masing sudah mengingatkan. Ya secara mereka itu sosok yang berbeda.

Dan setelah menikah, Vania yang menjadi tulang punggung keluarga. Kariernya bagus. Bahkan dari kantor tempat dia bekerja saja Vania mendapatkan fasilitas mobil dan apartemen. Sementara Ivan? Dia menjadi seorang penulis. Dan bisa dibayangkan kan pendapatan penulis itu berapa? Untuk gayahidup Vania yang serba ´wah´ya mana mungkin cukup. Akhirnya, Vania ya harus tetap bekerja sementara Ivan dengan pekerjaannya sebagai seorang penulis dan mengurus anak dan rumah.

Yang aku suka dari sosok Vania itu dia mau menerima Ivan apa adanya. Bahkan Vania juga membelikan Ivan mobil untuk antar jemput Cherish, berulang kali pula memberi Ivan modal untuk membangun usahanya meskipun pada akhirnya gagal. Vania enggak pernah protes.

Sementara di kantor, ada Hara. Cowok yang sebenarnya selama ini naksir Vania. Soal  hubungan Vania dan Hara tidak diceritakan detail sih, hnya bercerita soal Hara yang suka Vania tapi Vania tak menanggapinya.

Suatu hari, Vania naik jabatan. Dari kantormendapatkan fasilitas apartemen mewah yang dekat dengan kantor. Sementara Ivan dan Cherish tidak bisa ikut pindah ke apartemen baru Vania lantaran sekolah Cherish dekat dengan apartemen lamanya. Karena selama ini Cherish sudah punya teman akrab dan dia sendiri pula yang memilih sekolahnya. Padahal hlo, Vania sudah memilih sekolah elite buat Cherish. Demi kebahagiaan Cherish ya Vania yang ngalah, Vania akhirnya tinggal di apartement barunya seorang diri. Pulang hanya weekend saja. Bisa dibayangkan, sebuah keluarga, tinggal dalam satu kota tapi berkumpul hanya di akhir pekan saja. Bisa dibilang kalau Vania itu gila kerja dan mengutamakan materi. Iya, di sisi ini aku kurang suka dengan sosok Vania.




Terus, suatu hari Ivan dapat undangan reuni. Teman-temannya tahu tentang Vania dan kariernya. Ivan jadi bahan bully-anlah. Naluri lelakinya kayak enggak terima dan dia gengsi. Terus seorang kawan lamanya yang bernama Ogie ngajakin Ivan berbisnis. Membangun toko buku. Awalnya Ivan sih ragu, lama-lama mengiyakan dan Ivan enggak bilang dulu ke Vania. Niatnya sih ntar ngasih kejutan buat Vania. Malulah kan selama ini tiap membangun bisnis tapi gagal mulu. Dan yang lebih keterlaluan lagi, Ivan sampai menjual mobil yang Vania belikan untuknya.

Vania sibuk dengan pekerjaannya dan Ivan sibuk membangun bisnisnya. Apalagi mereka tidak satu rumah. Namanya Cita, guru TK Cherish yang awalnya Cuma jadi teman curhat Ivan tapi lama-lama menaruh rasa sama Ivan. Sok menggantikan peran Vania. Bahkan Citajuga memegang kunci apartement Ivan. Secara tidak langsung, bisa dibilang Ivan telah menduakan Vania.


Masalah demi masalah datang. Tentang ketidakjujuran Ivan. Tentang Ivan yang ternyata tertipu oleh Ogie. Dan tentang Cita yang akhirnya tak diceritakan secara detail.

Yang bikin aku kecewa adalah, Vania dan Ivan berakhir dengan perceraian. Vania tidak bisa maafin Ivan padahal Ivan masih sayang banget sama Vania. Cinta mereka tak kuat untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Yups, Love Bites! Mengajarkan tentang pernikahan yang tak pernah mudah untuk dijalani. Apa yang terjadi dalam pernikahan itu ya hanya sepasang suami isteri itu yang tahu. Sementara soal orang ketiga? Menurut aku tidak ada yang namanya orang ketiga itu baik-baik. Kecuali kalau udah benar-benar pisah, beda dong ceritanya. Heheh 🙂

Sampai jumpa di review berikutnya...

Instagram : @galery.witri